Lebih dari 4 tahun pengalaman mengembangkan produk-produk alami.

Wisnu Foundation was founded in 1993, in response to the environment problems in Bali, especially the waste produced by tourism industries. After reformation in Indonesia, since 1999 Wisnu has focused on environment management and community empowerment. Today, the focus of Wisnu’s programs are research and mapping, community empowerment, and information management of community resources.

Lebih dari 4 tahun pengalaman mengembangkan produk-produk alami.

Sejak terbentuknya Jaringan Ekowisata Desa (JED) tahun 2002, Komang sudah menjadi bagian dari keluarga Wisnu hingga sekarang.

Ia bagian dari Pengurus Yayasan Wisnu saat ini, setelah menjadi Direktur Wisnu periode 2017-2022. Denik masih membantu Wisnu di tengah kesibukannya sebagai Ketua Pelaksana Harian AMAN Bali (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara).

Sejak 1997, Atiek bergabung dengan Yayasan Wisnu sampai sekarang, ia memiliki banyak pengalaman dalam pendampingan masyarakat dan sebagai fasilitator, termasuk penulisan sebagian besar materi pendidikan Wisnu.
The idea of Plastic Waste Pyramid came from Teguh Ostenrik, who was the pioneer of the established of Wisnu Foundation on 1993. Yes, plastic may be recycled into brick, however, some points need to be criticised:
In its first 6 years, Wisnu worked on various environment activities, from awareness to the application of environment management, especially waste. Environment is a living space while the community is its owner. Wisnu then decided to focus its activities on Community Resource Management (SDK), on its way to becoming Desa Hebat (Great Village)!!!