{"id":13653,"date":"2024-10-17T11:33:00","date_gmt":"2024-10-17T03:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/wisnu.or.id\/?p=13653"},"modified":"2024-10-17T11:33:00","modified_gmt":"2024-10-17T03:33:00","slug":"kulinernyambu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/2024\/10\/17\/kulinernyambu\/","title":{"rendered":"Dua Hari Bersama Ibu-Ibu Nyambu"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\"><\/style><p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelatihan Akomodasi serta Pengolahan dan Penyajian Kuliner dilakukan bersama ezzyclass.id selama dua hari, yaitu di tanggal 27 dan 28 September 2024. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengembangan Desa Wisata Ekologis (DWE) Nyambu ini didukung oleh Diageo Indonesia. Sebagai sebuah perusahaan yang berlokasi di Desa Nyambu, Diageo Indonesia telah bekerja sama dengan desa dan Yayasan Wisnu sejak tahun 2015, diawali dengan pemetaan dan riset partisipatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dukungan Diageo untuk Desa Nyambu telah dilakukan sejak Februari 2015 melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Langgeng Ecotourism Program<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kolaborasi antara PT. Langgeng Jaya Prima, British Council, Yayasan Wisnu, dan Pemerintah Desa Nyambu. Kegiatan yang dilakukan di antaranya pemetaan spasial dan riset sosial budaya, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pendokumentasian kekayaan desa. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, terbentuklah Desa Wisata Ekologis (DWE) Nyambu yang diluncurkan dan diresmikan oleh Bupati Tabanan pada 29 April 2016. Pada tahun yang sama (2016), DWE Nyambu kemudian bergabung dan menjadi bagian dari Jaringan Ekowisata Desa (JED).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-13657 alignleft\" src=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_20240928_093900-225x300.jpg\" alt=\"\" width=\"334\" height=\"412\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkedel jagung adalah salah satu makanan favorit dari aneka jenis makanan yang disajikan kepada para tamu ekowisata yang datang ke Nyambu. Makanan ini jugalah yang kemudian diolah dan disajikan saat Pelatihan Kuliner. Bedanya, kali ini adonan perkedel dicampur dengan rabusan daun kelor. Hampir semua rumah di Nyambu menanam daun kelor untuk dijadikan sayur. Daun kelor juga dijuluki sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">the miracle tree<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena manfaatnya yang luar biasa, di antaranya untuk menjaga kesehatan jantung dan otak. Selain untuk campuran perkedel, kelor juga diolah menjadi urab kelor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan sehat lainnya yang juga diolah adalah belut menyatnyat. Sebagai desa yang masih memiliki banyak lahan sawah, kita masih bisa menemukan dan menangkap belut di sawah Nyambu. Belut merupakan sumber protein hewani yang juga bermanfaat dalam menjaga fungsi otak, terkait kemampuan kognitif dan mengingat. Belut bisa dimatikan dengan garam atau es batu, bisa juga dengan cara menusuk kepalanya dengan tusuk sate. Agar mudah mengambil belut dan tidak licin, lumuri tangan Anda dengan tepung terigu. Setelah mati, lendir belut juga bisa dihilangkan dengan cara di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">torch<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, memanggang langsung dengan api dari gas kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terima kasih kepada Mr. Widnyana yang telah memberikan banyak tips untuk membuat dan menyajikan makanan lebih menarik. Bersama enam orang ibu-ibu Nyambu, ada banyak olahan makanan yang dihasilkan dan dinikmati ketika makan siang:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">American breakfast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: sama seperti american breakfast pada umumnya, namun roti diganti dengan singkong <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">crispy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0 Singkong dikukus dan dihancurkan hingga halus, tambahkan tepung terigu, kaldu jamur, dan garam, aduk hingga rata. Adonan bisa dipipihkan dengan ukuran sekitar 10&#215;10 cm, kemudian dipotong panjang dan digoreng. Atau bisa juga dimasukkan dalam kertas roti yang dibuat seperti corong dan dilubangi, dorong adonan dan digoreng.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nasi wangi: seperti membuat nasi goreng, namun bumbunya adalah bumbu kuning, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">base genep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan kunyit yang sedikit lebih banyak, ditambah daun jeruk agar nasi berbau harum\/wangi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Urap daun kelor: hal terpenting setelah urap direbus adalah memasukkannya ke dalam air dingin agar daun kelor tetap berwarna hijau segar. Setelah itu daun diperas dan dipotong-potonng. Kelapa yang digunakan adalah kelapa bakar agar rasa gurihnya lebih terasa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belut menyatnyat: belut yang telah di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">torch<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> digoreng sebentar, kemudian masukkan ke dalam bumbu kuning yang telah ditumis dan ditambahkan air. Setelah itu tambahkan santan, masak hingga air menyusut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkedel jagung daun kelor: bumbunya adalah bawang putih dan merah goreng, cabai rawit goreng. Bawang putih sebaiknya digoreng terlebih dulu sebelum bawang merah agar minyaknya tetap bersih. Selain itu, sebelum memasukkan bawang putih ke dalam minyak panas, masukkan irisan kunyit agar warnanya lebih cantik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lumpia goreng: ketika menumis isi lumpia, wajan harus benar-benar panas berasap sebelum minyak dituangkan. Masukkan telur dan diorak-arik, tambahkan irisan wortel. Setelah agak layu, tambahkan kecambah dan daun kelor rebus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pisang rai: seperti pisang rai pada umumnya, namun yang menjadikannya istimewa adalah tambahan taburan kacang caramel di atas kelapa parut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-13661 alignleft\" src=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_20240928_123107-225x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"403\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain makanan, Ibu-ibu Nyambu juga mendapatkan pengalaman membuat moktail dan cocktail. Bahan-bahan yang digunakan adalah ice cube, jus nenas, perasan lemon, perasan jeruk nipis, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simple syrup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dibuat dari jahe, sereh, dan gula pasir. Mocktail tanpa alkohol, menggunakan tambahan sprite, air soda, atau air kelapa. Sementara untuk cocktail, alkohol yang digunakan adalah Smirnoff, vodka yang diproduksi Diageo. Minuman yang diperkenalkan oleh Mr. Dewa adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nyambu Ginger Lemongrass Cooler<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (mocktail) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nyambu Tropical Punch<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (cocktail).\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang menarik adalah Ibu-ibu belajar memegang dan mengocok <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan benar, atas-bawah-atas-bawah. Namun, ketika ada banyak tamu yang datang dan akan menyajikan dalam jumlah besar, campuran bahan-bahan tersebut dengan es batu tidak perlu dikocok, melainkan cukup dengan mencampur semua bahan dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ice cube<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ditambahkan kemudian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semangat Bukbuk Nyambu !!!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelatihan Akomodasi serta Pengolahan dan Penyajian Kuliner dilakukan bersama ezzyclass.id selama dua hari, yaitu di tanggal 27 dan 28 September 2024. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengembangan Desa Wisata Ekologis (DWE) Nyambu ini didukung oleh Diageo Indonesia. Sebagai sebuah perusahaan yang berlokasi di Desa Nyambu, Diageo Indonesia telah bekerja sama dengan desa dan Yayasan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[57,5],"tags":[],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"2.12.2","language":"id","enabled_languages":["en","id"],"languages":{"en":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13653"}],"collection":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13653"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13653\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13665,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13653\/revisions\/13665"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}