{"id":13735,"date":"2025-01-04T21:16:38","date_gmt":"2025-01-04T13:16:38","guid":{"rendered":"https:\/\/wisnu.or.id\/?p=13735"},"modified":"2025-01-04T21:17:17","modified_gmt":"2025-01-04T13:17:17","slug":"kolang-kaling-tenganan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/2025\/01\/04\/kolang-kaling-tenganan\/","title":{"rendered":"Peluang Usaha Kolang-Kaling Tenganan"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\"><\/style><p><span style=\"font-weight: 400;\">Desa Adat Tenganan Pegringsingan merupakan desa tua yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Keberadaan Tenganan sudah tercatat sejak abad ke-11, yaitu dalam Prasasti Ujung. Prasasti ini dikeluarkan pada hari Sukra (Jumat) Umanis, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wara<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (pekan) Kelawu, dua hari setelah purnama bulan Kartika\/Kapat (sekitar bulan Oktober) tahun Isaka 962 (1040 Masehi) tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wewidangan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (batas-batas wilayah) Desa Ujung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti telah diceritakan pada <\/span><a href=\"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/2024\/02\/15\/bupda-initiative\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">BUPDA: Upaya Mengoptimalkan Pengelolaan Potensi Tenganan Pegringsingan<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><a href=\"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/2024\/09\/09\/bupda-tenganan-ke-pengotan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Studi Tiru BUPDA: dari Tenganan ke Pengotan<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Desa Adat ini berupaya mengelola sumber daya yang dimilikinya melalui pendirian BUPDA. BUPDA Bumiaga Tenganan Pegringsingan merupakan lembaga usaha yang didirikan untuk mengusahakan dan\/atau mengoptimalkan kemanfaatan potensi dan peluang ekonomi Desa Adat melalui kegiatan usaha secara langsung atau secara tidak langsung dengan membentuk unit-unit usaha.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-13740\" src=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_110734-1-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"748\" height=\"561\" srcset=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_110734-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_110734-1-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_110734-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_110734-1-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_110734-1-2048x1536.jpg 2048w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_110734-1-580x435.jpg 580w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_110734-1-860x645.jpg 860w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_110734-1-1160x870.jpg 1160w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_110734-1-1440x1080.jpg 1440w\" sizes=\"(max-width: 748px) 100vw, 748px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembentukan unit-unit usaha dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Potensi ekonomi dan peluang usaha di Desa Adat;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyertaan modal dari Desa Adat;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Potensi sumber daya masyarakat Desa Adat;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan unit usaha milik masyarakat dan milik kelompok; dan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unit usaha tersebut pengelolaannya dikerjasamakan dengan BUPDA.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu unit usaha yang akan dikembangkan adalah hasil hutan bukan kayu (HHBK), yaitu pembuatan minyak kemiri dan produk olahan kolang kaling. Buah kemiri termasuk kayu larangan yang tidak boleh dipetik, namun hanya boleh dipungut ketika sudah jatuh dari pohonnya. Kemiri merupakan buah musiman, yaitu selama enam bulan dalam satu tahun, terdiri dari panen raya pada bulan Januari \u2013 Maret dan panen biasa pada bulan April \u2013 Juni yang hasilnya lebih sedikit dibanding panen raya. Kemiri merupakan buah yang sangat penting karena minyaknya digunakan sebagai pewarna dasar benang gringsing yang akan dijadikan kain gringsing, kain khas Tenganan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-13739 alignleft\" src=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-225x300.jpg\" alt=\"\" width=\"404\" height=\"539\" srcset=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-225x300.jpg 225w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-769x1024.jpg 769w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-768x1023.jpg 768w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-1153x1536.jpg 1153w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-1538x2048.jpg 1538w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-580x772.jpg 580w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-860x1145.jpg 860w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-1160x1545.jpg 1160w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-1440x1918.jpg 1440w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_20241203_124010-1-scaled.jpg 1922w\" sizes=\"(max-width: 404px) 100vw, 404px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">HHBK lainnya adalah kolang kaling dari pohon aren\/<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jaka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Selama ini, pohon <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jaka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Tenganan Pegringsingan hasil utama yang dimanfaatkan adalah tuak yang dibuat dari air nira, sebagai sumber pendapatan masyarakat, baik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">krama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> desa adat maupun para penyakap\/penggarap. Semua bagian pohon <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jaka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bermanfaat dan bisa dimanfaatkan. Bagian pohon <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jaka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang juga penting adalah ijuk untuk kebutuhan atap bangunan suci.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daun jaka, baik yang muda (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ambu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) maupun yang tua (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ron<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) digunakan untuk kebutuhan upacara. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Uyung <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau batang jaka bisa dimanfaatkan untuk furnitur. Batang jaka yang digunakan adalah yang sudah tua dan sudah mati. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Uyung <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa juga dijadikan tempat memelihara lebah madu. Lainnya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wong jaka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu jamur yang tumbuh pada pohon jaka yang sudah mati. Jamur ini sering dicari untuk dimakan karena rasanya yang enak, biasanya dimasak dengan cara ditumis atau dimasak kuah. Selain jamur, pohon jaka yang sudah mati juga menjadi tempat tinggal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ancruk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ulat jaka). Ancruk mengandung protein tinggi dan juga dimanfaatkan sebagai makanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil pohon <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jaka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang belum secara optimal dimanfaatkan adalah buah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jaka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Buah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jaka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dikupas dengan cara sederhana menjadi kolang-kaling dan penjualan kolang-kaling biasanya meningkat pada hari raya. Masyarakat Tenganan sendiri belum memanfaatkan kolang-kaling untuk dikonsumsi, padahal kolang-kaling sangat bermanfaat untuk kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka kemudian, kolang-kaling coba diolah menjadi produk turunan berupa asinan kolang-kaling serta manisan kolang-kaling aneka rasa dan buah. Produk turunan kolang-kaling yang dibuat adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asinan pedas: jeruk nipis dan cabai rawit; cuka dan cabai rawit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manisan: bunga telang, bunga srigading, bunga rosella, kayu secang, dan gula aren.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk olahan kolang-kaling ini telah dicoba oleh panitia pembentukan BUPDA dan para calon pengurus pada tanggal 3 Desember 2024, sebagai bagian dari kegiatan bersama The Samdhana Institute. Banyak yang lebih menyukai asinan karena rasanya yang pedas dan segar. Sementara untuk manisan, bervariasi sesuai selera. Dalam hal rasa, rosella memberikan rasa khas rosella yang kuat. Sementara secara warna, setiap warna mempunyai penggemarnya masing-masing. Telang menghasilkan warna biru, bunga srigading berwarna kuning kunyit, rosella dan kayu secang warna merah, dan gula aren warna coklat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk olahan kolang-kaling ini diharapkan bisa diperkenalkan dan dimanfaatkan lebih dulu oleh masyarakat Tenganan, sebelum dipromosikan secara luas.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desa Adat Tenganan Pegringsingan merupakan desa tua yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Keberadaan Tenganan sudah tercatat sejak abad ke-11, yaitu dalam Prasasti Ujung. Prasasti ini dikeluarkan pada hari Sukra (Jumat) Umanis, wara (pekan) Kelawu, dua hari setelah purnama bulan Kartika\/Kapat (sekitar bulan Oktober) tahun Isaka 962 (1040 Masehi) tentang wewidangan (batas-batas wilayah) Desa Ujung&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13741,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[2,3,71],"tags":[70],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"2.12.2","language":"id","enabled_languages":["en","id"],"languages":{"en":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13735"}],"collection":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13735"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13742,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13735\/revisions\/13742"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}