{"id":13743,"date":"2025-01-04T21:43:34","date_gmt":"2025-01-04T13:43:34","guid":{"rendered":"https:\/\/wisnu.or.id\/?p=13743"},"modified":"2025-01-04T21:43:34","modified_gmt":"2025-01-04T13:43:34","slug":"menikmati-hujan-di-nyambu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/2025\/01\/04\/menikmati-hujan-di-nyambu\/","title":{"rendered":"Menikmati Hujan di Nyambu"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\"><\/style><p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu-ibu DWE Nyambu kembali mengadakan ujicoba paket DWE (Desa Wisata Ekologis), sebagai bagian dari program Pengembangan DWE Nyambu dengan dukungan Diageo. Kali ini bersama ezzyclass.id dari Elizabeth International, tanggal 18 Desember 2024. Hujan yang tiada henti sejak malam sebelumnya, tidak menyurutkan semangat untuk mengenal dan memperkenalkan Nyambu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil menunggu dan berharap hujan akan reda, informasi tentang Nyambu diceritakan lebih dulu di Rumah Nyambu oleh Bu Giandra dan Bu Sukma menggunakan foto-foto yang ada. Informasi diawali dengan menjelaskan jalur yang akan dilalui. Berbeda dengan jalur sebelumnya saat <\/span><a href=\"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/2025\/01\/01\/ujicoba-paket-dwe-nyambu\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ujicoba Paket DWE Nyambu<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, karena hujan cukup lebat dan berkepanjangan membuat jalan yang akan dilalui menjadi becek dan sulit dilalui, jalur treking yang akan dilewati kali ini adalah jalur permukiman.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-13749\" src=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-3-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"672\" height=\"504\" srcset=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-3-300x225.jpg 300w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-3-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-3-768x576.jpg 768w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-3-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-3-2048x1536.jpg 2048w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-3-580x435.jpg 580w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-3-860x645.jpg 860w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-3-1160x870.jpg 1160w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-3-1440x1080.jpg 1440w\" sizes=\"(max-width: 672px) 100vw, 672px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Titik-titik yang dikunjungi adalah rumah seniman ukir kayu, Pura Bale Agung, Pura Taru Waringin, Puru Duwur dan Pura Batan Duren, usaha selip gabah, areal sawah di permukiman, Bale Banjar Kebayan dan Bale Banjar Mundeh, Kantor Desa, lanjut ke Pura Rsi dan Pura Puseh Desa \u2013 Penataran. Jalur semestinya dari Bale Banjar Mundeh adalah ke Pura Pancoran Dewa di dekat sungai perbatasan dengan desa tetangga, namun tidak dikunjungi karena jalan yang sangat licin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Treking baru dilakukan setelah makan siang hasil olahan Bu Komang dan ibu-ibu lainnya, dengan harapan hujan akan berhenti. Namun ternyata hujan tak kunjung berhenti, dan kami menikmati berjalan di bawah guyuran hujan. Satu hal yang menarik adalah, mampir ke warung. Kegiatan tambahan di luar rencana, beristirahat sambil makan tipat cantok atau rujak dan minum air jeruk nipis hangat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-13747 alignleft\" src=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-6-225x300.jpg\" alt=\"\" width=\"334\" height=\"446\" srcset=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-6-225x300.jpg 225w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-6-768x1024.jpg 768w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-6-1152x1536.jpg 1152w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-6-1536x2048.jpg 1536w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-6-580x773.jpg 580w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-6-860x1147.jpg 860w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-6-1160x1547.jpg 1160w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-6-1440x1920.jpg 1440w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-6-scaled.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 334px) 100vw, 334px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jaje<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pulung-pulung dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">canang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bersama Bu Anggun dilakukan sebelum makan siang dan treking. Aneka bentuk jaje dibuat sesuai kreativitas masing-masing peserta, menciptakan kegembiraan di antara peserta dengan membandingkan karya yang dihasilkan. Demikian halnya ketika membuat canang. Walaupun menggunakan bahan dan teknik yang sama ketika membuat, namun keindahan hasilnya juga bervariasi. Jenis dan kesegaran bahan yang digunakan juga sangat mempengaruhi keindahan canang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu hal yang istimewa dibanding ujicoba yang telah dilakukan sebelumnya. Selesai treking, Bu Saka dan Bu Karin menunggu sambil membuat cocktail dan mocktail. Jahe, sereh, air lemon dan jeruk nipis adalah bahan utama yang digunakan. Air soda atau yang beralkohol bisa dipilih oleh peserta. Walaupun hujan, minuman dingin tetap menjadi pilihan karena memberikan kesegaran setelah berjalan sepanjang sekitar 2 km. Terima kasih kepada tim ezzyclass.id yang telah memperkenalkan <\/span><a href=\"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/2024\/10\/17\/kulinernyambu\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">cocktail dan mocktail di Nyambu<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum treking yang dilakukan dirasa menyenangkan dan edukatif. Para Ibu DWE Nyambu menceritakan dengan baik setiap kegiatan dan tempat-tempat yang dikunjungi. Hal yang juga mengesankan adalah semua Ibu hafal dengan nama para tamu. Masukan yang banyak diberikan adalah terkait dengan Rumah Nyambu yang belum memiliki penerangan. Semangaaat!!!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-13751\" src=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-1-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-1-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-1-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-1-2048x1536.jpg 2048w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-1-580x435.jpg 580w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-1-860x645.jpg 860w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-1-1160x870.jpg 1160w, https:\/\/wisnu.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Nyambu-1-1440x1080.jpg 1440w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibu-ibu DWE Nyambu kembali mengadakan ujicoba paket DWE (Desa Wisata Ekologis), sebagai bagian dari program Pengembangan DWE Nyambu dengan dukungan Diageo. Kali ini bersama ezzyclass.id dari Elizabeth International, tanggal 18 Desember 2024. Hujan yang tiada henti sejak malam sebelumnya, tidak menyurutkan semangat untuk mengenal dan memperkenalkan Nyambu. Sambil menunggu dan berharap hujan akan reda, informasi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13752,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[57,71,5],"tags":[],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"2.12.2","language":"id","enabled_languages":["en","id"],"languages":{"en":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13743"}],"collection":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13743"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13753,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13743\/revisions\/13753"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}