{"id":1171,"date":"2016-05-04T14:37:18","date_gmt":"2016-05-04T14:37:18","guid":{"rendered":"http:\/\/welfare.cmsmasters.net\/?post_type=project&#038;p=1171"},"modified":"2019-11-26T08:14:03","modified_gmt":"2019-11-26T08:14:03","slug":"perabu","status":"publish","type":"project","link":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/project\/perabu\/","title":{"rendered":"Desa (Air) Perabu, Jembrana"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\"><\/style><p>&nbsp;<\/p>\n<p>Air Perabu merupakan kependekan dari Desa Air Kuning, Desa Perancak, dan Desa Budeng di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Ketiga desa ini sepakat untuk melakukan program Pengembangan Model Desa Ekologis Adaptif Perubahan Iklim (Delta Api) melalui Pengelolaan Sumber Daya Komunitas di Kawasan Pesisir. Program ditujukan untuk menyelamatkan ekosistem pesisir yang sangat penting dalam menunjang perekonomian masyarakat lokal, melalui kebijakan perencanaan pembangunan desa yang terintegrasi.<\/p>\n<p>Bersama kelompok anak muda Delta Api yang difasilitasi The Samdhana Institute, masyarakat ketiga desa memetakan wilayah desanya, meliputi peta spasial dan sosial budaya. Sebelum melakukan praktik pemetaan, ketiga masyarakat desa yang sebagian besar terdiri dari anak muda tersebut mendapatkan pelatihan pemetaan partisipatif desa. Kedua kegiatan tersebut dilakukan pada Maret \u2013 Agustus 2014.<\/p>\n<p>Hal ini tidak mengurangi semangat yang ada, pada akhirnya, peta dan dokumen rencana strategis kedua desa telah dipaparkan dan diterima oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana. Penyusunan rencana strategis dua desa dilakukan pada September \u2013 Desember 2015.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Air Perabu merupakan kependekan dari Desa Air Kuning, Desa Perancak, dan Desa Budeng di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Ketiga desa ini sepakat untuk melakukan program Pengembangan Model Desa Ekologis Adaptif Perubahan Iklim (Delta Api) melalui Pengelolaan Sumber Daya Komunitas di Kawasan Pesisir. Program ditujukan untuk menyelamatkan ekosistem pesisir yang sangat penting dalam menunjang perekonomian&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12364,"menu_order":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"pj-categs":[40,42],"pj-tags":[50],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"2.12.2","language":"id","enabled_languages":["en","id"],"languages":{"en":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/project\/1171"}],"collection":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/project"}],"about":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/project"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1171"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/project\/1171\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12853,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/project\/1171\/revisions\/12853"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"pj-categs","embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pj-categs?post=1171"},{"taxonomy":"pj-tags","embeddable":true,"href":"https:\/\/wisnu.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pj-tags?post=1171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}