Jumat pagi, 13 Agustus 2021 di parkir timur Tenganan. Ketika kami datang sekitar jam 07.40, kegiatan sudah dimulai. Ada sekitar 30 anak muda Tenganan yang berkumpul bersama PPLH Bali. Bukan hanya anak muda Desa Adat Tenganan Pegringsingan (Banjar Kauh, Tengah, dan Kangin) melainkan juga dari Seked dan Abianbada. Mereka ditemani oleh perwakilan dari Kelian Desa...
Author: admin_wp
Pelatihan Olahan Pangan Nusa Penida
15-16 September 2021 Nusa Penida, dikenal juga dengan nama Nusa Gede, pulau terbesar di antara tiga pulau kecil di tenggara Bali. Ada tiga masa perkembangan Nusa Penida yang terkait dengan pangan dan sumber pangan, yaitu ketika masa purba atau prasejarah, kisah dalam babad, dan dalam masa pengaruh globalisasi. Melalui catatan hasil riset dan kepercayaan yang...
Pulangnya Rumput Laut ke Laut Nusa Penida
Pulau Nusa Penida sudah memiliki potensi pertanian rumput laut bahkan sebelum berkembangnya sektor pariwisata. Sayangnya, dari seluruh wilayah di Nusa Penida, produksi rumput laut hanya terpusat di satu titik yakni di Dusun Semaya. Permasalahan rumput laut menjadi semakin rumit dengan adanya kondisi di Nusa Penida yang berkembang saat ini. Limbah hotel dan restoran mencemari perairan...
Nilai dari sebuah Pewarna Alami
Industrialisasi yang cepat mengedepankan tingkat produksi yang tinggi dan harga yang sangat kompetitif. Perusahaan-perusahaan memanfaatkan peluang-peluang yang ada untuk menekan harga untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas. Lingkungan tidak jarang menjadi korban dari cepatnya pertumbuhan industri. Fenomena ini juga berlaku pada produsen kain tenun tradisional di Desa Tanglad, Nusa Penida. Warga di Tanglad sudah...
Mandiri di Kala Pandemi
Pandemi COVID-19 telah memukul aktivitas perekonomian di Indonesia secara umum, menurunkan tingkat pendapatan dan juga kesejahteraan masyarakat. Salah satu wilayah yang paling terdampak dengan adanya Pandemi adalah Provinsi Bali mengingat mayoritas kegiatan berhubungan erat dengan pariwisata dan kontak dengan orang luar. Tingkat pertumbuhan perekonomian Bali kuartal pertama tahun 2021 adalah minus 12.12% berdasarkan data dari...
Nusa Penida Menuju Ekologis di Tengah Padatnya Pembangunan Akomodasi
Sudah lebih satu bulan sejak epidemi jenis virus corona baru (Covid-29) menyebar sampai diputuskan sebagai pandemi global. Pengusaha wisata dan pekerjanya di Nusa Penida pun terdampak. Usaha speedboat tak seramai sebelumnya, penyewaan kendaraan berkurang, dan banyak hal lainnya karena kepulauan ini makin fokus menarik kunjungan turis. Di tengah masa menegangkan ini, sejumlah kelompok warga belajar dan...
Prosesi Pemujaan Atas Hidup di Altar Kehidupan
Susunan batu karang ditata rapi, membujur mengikuti kontur perbukitan, menjaga tiap butir tanah terjaga,tak hanyut mengikuti aliran hujan ke muara. sebuah petak yang cukup rata berpagar bamboo,memuat beberapa ekor sapi yang bergerak dengan bebas. Sementara pohon bunut berdiri mengakar, menyaksikan dengan seksama segala daya upaya yang dilakukan di hadapannya. Dua sosok terlihat di tengah petakan...
Pengakuan Hutan Adat Desa Tenganan
Desa Adat Tenganan Pegringsingan terletak di bagian Timur Pulau Bali. Secara administratif Desa Adat Tenganan Pegringsingan merupakan bagian dari Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Luas wilayah desa adat adalah 917,2 hektar, membujur arah Utara selatan, dari perbukitan hingga pantai dan diapit oleh dua perbukitan, terbagi menjadi: Area sawah : 840 hektar Hutan...
Memuliakan Kembali Alas Mertajati Tamblingan: Pengembangan Hutan Adat Dalem Tamblingan Catur Desa Buleleng – Bali sebagai Pusat Belajar Hutan Lestari Berbasis Tradisi
Masyarakat Adat Dalem Tamblingan saat ini tersebar di empat desa, yaitu Gobleg, Munduk, Gesing, dan Umajero (Catur Desa). Berdasarkan catatan sejarah, Gobleg merupakan desa induk dari tiga desa lainnya, yaitu Munduk, Gesing, dan Umajero. Warga Gobleg diyakini sebagai turunan kraman Dalem Tamblingan yang mengungsi dari Gunung Lesung di selatan danau Tamblingan pada abad ke-10, disebut...
daridesa: Optimalisasi Potensi Desa dalam Menjaga Lingkungan dan Mengembangkan Usaha Alternatif melalui Produksi Sabun Natural
Masyarakat desa cenderung bersifat konsumtif dan instant, seperti dalam penggunaan sabun mandi untuk menjaga kebersihan kulit. Sabun mandi biasanya dibeli di warung-warung kelontong yang ada di dalam desa atau ketika pergi ke kota. Padahal desa memiliki potensi untuk membuat sendiri sabun mandi sebagai kebutuhan harian. Potensi desa yang ada belum dimanfaatkan secara optimal, di antaranya...









