Mari Merawat Diri dan Bumi bersama Sabun Natural
Berawal dari kegiatan-kegiatan pemetaan spasial dan sosial yang dilakukan oleh Yayasan Wisnu, Sabun Natural Dwe hadir menjadi salah satu upaya pengelolaan potensi desa. Ide pembuatan sabun juga datang dari keresahan terhadap limbah kemasan dan limbah kelapa (daksina) hasil upacara serta tercemarnya air oleh bahan kimia berbahaya (paraben, SLS (Sodium Lauryl Sulfate)) yang terdapat dalam sabun.
Bahan utama dalam sabun natural ini adalah minyak kelapa yang dipadukan dengan tanaman-tanaman lokal tanpa menggunakan pewarna dan pengawet sintetis. Sabun natural yang dibuat juga menggunakan minyak esensial yang tidak hanya memberikan wangi yang menyenangkan, tetapi juga memiliki efek aromaterapi yang dapat membantu merelaksasi pikiran dan tubuh. Selain itu, Sabun Dwe Natural juga menggunakan kemasan dari kertas daur ulang yang cenderung mudah terurai.
Kali ini Tim Yayasan Wisnu berkesempatan memberikan pelatihan pembuatan sabun natural berkeliling ke desa-desa yang pernah didampingi, dimulai dari Pengotan, Bangli hingga ke Bali Barat – Desa Perancak, dan berakhir di Desa Catur, Bangli. Berikut sekilas info yang bisa dibagikan dari kegiatan-kegiatan pelatihan yang dilakukan:
Pengotan, 11 Januari 2025
“Yang penting bagaimana supaya kulit tidak keriput, tapi nggak perlu beli skincare yang mahal” Itulah salah satu harapan peserta pelatihan pembuatan sabun natural di Baliwoso. Semua bahan ada di desa, hanya perlu membeli garam alkali untuk mencampur minyak kelapa dan air. Pelatihan ini dilakukan bersama Ibu-ibu Pakis Madya dan Gen Z putri Sekaa Daha, Desa Pengotan. Semoga bisa menggunakan sabun buatan sendiri dan semoga nantinya juga bisa menjadi salah satu usaha BUPDA Upadesa Pengotan.

Pacung, 16 Januari 2025
“Pakis Pacung .. satya, sadya, sayaga” berkolaborasi dengan “Mari merawat diri dan bumi bersama Sabun Natural”. Pelatihan Pembuatan Sabun Natural dilakukan di Bale Dadia Bhujangga Waisnawa, Desa Adat Pacung, Buleleng. Peralatan yang sulit didapat seperti timbangan dan hand blender bisa diganti dengan gelas dan kocokan telur untuk penggunaan pribadi. Harapan dari Ibu-ibu Pakis Pacung adalah usaha sabun natural bisa dikembangkan dan menjadi bagian dari BUPDA Pacung.

Munduk, 19 Januari 2025
Akhirnya .. ada peserta laki-laki, anak muda, dalam Pelatihan Pembuatan Sabun Natural. Kali ini bersama Kelompok Abiwara, Pakis Banjar Taman Munduk, dan Posyandu Kartini Desa Munduk di Balai Banjar Taman, Desa Munduk, Buleleng yang berada di wilayah yang harus ditempuh melalui jalan ekstrim yang curam dan berliku. “Gampang ternyata buatnya, bisa nanti gak beli sabun.” Semoga para peserta bisa semangat membuat sabun sendiri.

Perancak, 25 Januari 2025
Pelatihan Membuat Sabun Natural kali ini berlokasi di Bali Barat tepatnya di Desa Perancak, Jembrana. Pelatihan ini dilakukan di Balai Banjar Perancak dan melibatkan Ibu-Ibu PKK Perancak, anak muda dan menariknya ada juga bapak-bapak yang sangat antusias mengikuti pelatihan kali ini. Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi masyarakat Perancak. Mari bersama-sama merawat diri dan bumi bersama sabun natural.

Pedawa, 26 Januari 2025
Berlatih membuat sabun natural sebagai bagian dari Sekolah Adat Pedawa. Sejak tahun 2024, Desa Adat Pedawa menginisiasi Sekolah Adat sebagai cara melestarikan adat budaya Pedawa, juga mengembangkan potensi desa. Sehingga Wisnu bersama “murid-murid” Sekolah Adat berupaya memanfaatkan potensi desa melalui sabun natural. Semangaaaat!

Catur, 3 Februari 2025
“Sabunnya aman untuk ibu hamil gak?” Salah satu ibu menanyakan hal tersebut dalam Pelatihan Pembuatan Sabun Natural di Desa Catur. “Aman Bu karena kita hanya memakai minyak kelapa, air, dan soda api. Nah, soda apinya akan menguap habis dalam waktu 21 hari di masa “curing”. Yuk kita pakai sabun natural.

Selain bisa membuat sabun natural yang menutrisi dan membantu menjaga kelembaban kulit, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif, bisa memulai usaha sendiri untuk membantu perekonomian lokal dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan pelatihan ini didukung oleh PT. Langgeng Kreasi Jayaprima-Diageo Indonesia sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab atas penggunaan sumber daya alam terutama terhadap penggunaan air.
