Desa Adat Tenganan Pegringsingan memiliki lebih dari 500 ha hutan adat dengan kekayaan hayati yang cukup tinggi, salah satunya adalah kemiri. Kemiri atau dalam bahasa bali disebut dengan tingkih merupakan salah satu “buah larangan” di Tenganan Pegringsingan. Buah larangan adalah buah yang tidak boleh dipetik, hanya bisa dimanfaatkan ketika buah sudah jatuh dari pohonnya. Biasanya...
Author: admin_wp
Menemukenali Akar Daya Diri dan Desa
Selama dua hari dari tanggal 15-16 Februari 2025, para koordinator desa yang dibentuk oleh Yayasan Wisnu berkumpul di Baliwoso, Desa Pengotan untuk menemukan akar daya diri dan desanya masing-masing. Koordinator desa ini dikukuhkan pada tahun 2023 saat perayaan ulang tahun Wisnu yang ke-30. Kegiatan dihadiri oleh 25 orang KorDes yang merupakan perwakilan dari 9 Desa/Adat...
Mari Merawat Diri dan Bumi bersama Sabun Natural
Berawal dari kegiatan-kegiatan pemetaan spasial dan sosial yang dilakukan oleh Yayasan Wisnu, Sabun Natural Dwe hadir menjadi salah satu upaya pengelolaan potensi desa. Ide pembuatan sabun juga datang dari keresahan terhadap limbah kemasan dan limbah kelapa (daksina) hasil upacara serta tercemarnya air oleh bahan kimia berbahaya (paraben, SLS (Sodium Lauryl Sulfate)) yang terdapat dalam sabun. ...
Konstelasi 3 Ekosistem: Darat, Pesisir, dan Laut
Permasalahan tenurial masih menjadi tantangan besar dalam pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan. Konflik yang muncul akibat ketidakjelasan hak-hak atas lahan dan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat adat dan lingkungan. Konsep tenurial ini adalah bundle of rights. Belum ada kata yang sepadan dengan kata tenurial di Indonesia, biasanya kata tenurial diterjemahkan menjadi...
Menikmati Hujan di Nyambu
Ibu-ibu DWE Nyambu kembali mengadakan ujicoba paket DWE (Desa Wisata Ekologis), sebagai bagian dari program Pengembangan DWE Nyambu dengan dukungan Diageo. Kali ini bersama ezzyclass.id dari Elizabeth International, tanggal 18 Desember 2024. Hujan yang tiada henti sejak malam sebelumnya, tidak menyurutkan semangat untuk mengenal dan memperkenalkan Nyambu. Sambil menunggu dan berharap hujan akan reda, informasi...
Peluang Usaha Kolang-Kaling Tenganan
Desa Adat Tenganan Pegringsingan merupakan desa tua yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Keberadaan Tenganan sudah tercatat sejak abad ke-11, yaitu dalam Prasasti Ujung. Prasasti ini dikeluarkan pada hari Sukra (Jumat) Umanis, wara (pekan) Kelawu, dua hari setelah purnama bulan Kartika/Kapat (sekitar bulan Oktober) tahun Isaka 962 (1040 Masehi) tentang wewidangan (batas-batas wilayah) Desa Ujung....
Uji Coba Paket DWE Nyambu
“Satu hal yang penting untuk diceritakan dan didiskusikan adalah tantangan yang dihadapi para petani Nyambu saat ini. Ketersediaan air semakin berkurang, menyebabkan waktu tanam harus bergiliran, tidak lagi bersamaan. Ditambah lagi generasi muda, anak-anak dari para petani, tidak lagi melanjutkan profesi orang tuanya. Setelah lulus sekolah/kuliah, tidak ada yang tertarik untuk bekerja di bidang pertanian,...
Bagian Kelima – Refleksi Mass Tourism di Bali Bersama Mahasiswa Toyo University
Kegiatan hari Kesembilan – 10 September 2024 Peserta mendapatkan kesempatan mendengarkan kuliah umum mengenai perkembangan pariwisata di Bali. Kuliah singkat ini diberikan oleh Prof. I Nyoman Darma Putra, seorang dosen dan guru besar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Materi diawali dengan menerangkan filosofi Tri Hita Karana yang masuk ke dalam semua aspek kehidupan masyarakat...
Bagian Keempat – Refleksi Mass Tourism di Bali Bersama Mahasiswa Toyo University
Kegiatan hari Ketujuh – 8 September 2024 Keesokan paginya peserta meninggalkan Desa Jatiluwih untuk beranjak ke daerah Ubud. Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi daerah Ubud dan sekitarnya. Sebelum peserta pergi ke tempat tujuan masing-masing, tim JED memberikan rekomendasi dan saran-saran yang harus diperhatikan ketika mengunjungi tempat-tempat wisata di Ubud. Kegiatan hari Kedelapan – 9...
Bagian Kedua – Refleksi Mass Tourism di Bali Bersama Mahasiswa Toyo University
Kegiatan Hari Kelima – 6 September 2024 Trip selanjutnya adalah peserta mengunjungi Danau Tamblingan dan Hutan Alas Mertajati. Para mahasiswa mendapatkan pengalaman untuk menaiki pedahu dan trekking di hutan. Sesi diskusi dilakukan di Bale melajah Danau Tamblingan bersama anggota BRASTI (Baga Raksa Alas Mertajati) dan Tetua Masyarakat. Sesi diskusi membahas terkait perjuangan masyarakat adat Tamblingan...









