Kegiatan Hari Ketiga – 4 September 2024 Sesampainya di Kiadan peserta disambut oleh Bapak Gede Wirata selaku pemandu kegiatan trekking. Peserta disuguhkan kopi lok, kopi khas Kiadan yang diseduh di dalam kendi tanah liat. Peserta mahasiswa dijelaskan berbagai jenis kopi yang ditanam di kebun masyarakat, sistem penanamannya dan cara pengolahan kopi. Peserta juga diminta untuk...
Author: admin_wp
Bagian Pertama – Refleksi Mass Tourism di Bali Bersama Mahasiswa Toyo University
Jaringan Ekowisata Desa (JED) mendapat kesempatan untuk memfasilitasi kunjungan belajar terkait Community-Based Tourism (CBT) dari Universitas Toyo, Jepang. Mahasiswa-mahasiswi berjumlah 18 orang dan 1 orang professor pendamping menjelajahi Bali selama 10 hari dimulai dari tanggal 2 – 11 September. Adapun desa-desa yang menjadi destinasi kunjungan belajar ini antara lain Banjar Adat Kiadan – Desa Plaga,...
Dua Hari Bersama Ibu-Ibu Nyambu
Pelatihan Akomodasi serta Pengolahan dan Penyajian Kuliner dilakukan bersama ezzyclass.id selama dua hari, yaitu di tanggal 27 dan 28 September 2024. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengembangan Desa Wisata Ekologis (DWE) Nyambu ini didukung oleh Diageo Indonesia. Sebagai sebuah perusahaan yang berlokasi di Desa Nyambu, Diageo Indonesia telah bekerja sama dengan desa dan Yayasan...
Tenganan Pegringsingan Menyusun Rencana Kelola Hutan Adat
Tahun 2019, Hutan Adat Tenganan Pegringsingan telah ditetapkan statusnya sebagai Hutan Adat melalui skema Perhutanan Sosial (PS). Status tersebut ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No SK. 1546/MENLHK-PSKL/PKTHA/PSL.1/2/2019 tanggal 28 Februari 2019 untuk areal seluas 591 hektar. Salah satu kegiatan lanjutan yang penting dilaksanakan oleh masyarakat adat yang hutannya berstatus sebagai...
Nusa Penida: dari Sampah ke Pohon Kelapa
Program Ekologis Nusa Penida yang didukung oleh GEF SGP dilaksanakan pada 2018-2022 untuk Peningkatan Ketahanan Sosial Budaya – Ekologis Masyarakat dalam Menghadapi Desakan Globalisasi di Pulau Kecil, Nusa Penida. Ketika itu Yayasan Wisnu bekerja bersama mitra-mitra lokal, baik Organisasi Lokal maupun Kelompok Masyarakat yang memiliki kapasitas dalam mengembangkan program dan memiliki keahlian di bidangnya. Ada...
Studi Tiru BUPDA: dari Tenganan ke Pengotan
BUPDA (Baga Utsaha Pedruwen Desa Adat) mulai diinisiasi pada Januari 2024, seperti dikisahkan pada BUPDA: Upaya Mengoptimalkan Pengelolaan Potensi Tenganan Pegringsingan. Pendirian dan pengembangan BUPDA Tenganan Pegringsingan diupayakan secara optimal, kali ini dengan melakukan studi tiru ke BUPDA Pengotan di Bangli. Kunjungan dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Agustus 2024. Sebanyak 14 orang Tenganan Pegringsingan berkunjung...
Memperkenalkan DWE ke Desa Adat Pengotan di Bangli
Tahun 2012 adalah saat pertama Wisnu berkenalan dengan Desa Adat Pengotan. Beberapa kegiatan yang dilakukan bersama adalah riset sosial budaya, pengadaan air bersih, dan penyusunan rencana strategis desa. Visi Desa Pengotan berdasarkan Renstra Desa Pengotan yang disusun tahun 2013 adalah menjadi desa terbuka, kreatif, maju, mandiri dengan tetap berpijak pada kearifan adat dan tradisi. Visi...
Olah Saji Kuliner Nusa Penida
Nusa Penida sudah menjadi pusat kehidupan sejak zaman purba atau prasejarah, pada masa kebudayaan batu. Berdasarkan riset yang dilakukan di Gua Gede – Desa Pejukutan, jejak-jejak kehidupan di Nusa Penida sudah ada sejak masa megalitik, neolitik, mesolitik, bahkan paleolitik. Hasil temuan tersebut menunjukkan bahwa sejak masa purba, Nusa Penida telah menjadi pulau mandiri pangan yang...
Menjaga Kesehatan Kulit dan Alam, Menuju Kawasan Rendah Emisi
Pada tahun 2018 – 2020, Yayasan Wisnu melaksanakan program Optimalisasi Potensi Desa dalam Menjaga Lingkungan dan Mengembangkan Usaha Alternatif melalui Produk Sabun Natural, bekerja sama dengan PUPUK Bandung dalam Local Entrepreneurship Development Program (LEDPro). Sabun Natural DWE (Tokopedia: DWE Natural) merupakan produk yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tersebut, dikembangkan sebagai unit usaha Yayasan Wisnu...
GEDSI untuk Kehidupan yang Berkualitas dan Berbahagia
“Sebagai desa adat tua, Tenganan Pegringsingan mempunyai sistem yang berbeda dengan desa lain di Bali. Salah satunya adanya kesamaan status antara perempuan dan laki-laki, di mana keduanya mempunyai hak waris yang sama. Konsep ini juga diadopsi dalam sistem pemerintahan desa adat, yaitu pemimpin desa adat adalah pasangan suami istri.” Hal tersebut disampaikan Putu Wiadnyana, tokoh...









